SALAM SEJAHTERA, untuk brother dan sister satu aspal. Yang jalanannya belum diaspal mohon maap, engga maksud menghina. Piss~
Pertama-tama (berasa penting),
gue mau ngucapin terima kasih atas perhatiannya, semoga apa yang di share
disini bermanfaat untuk kita semua. Silahkan dibaca-baca #nyeduhkopi
SAFETY RIDING,
Siapa sih yang engga
kenal bahasa ini? Gue yakin pasti kenal semua, lha wong ini sering
banget di ‘omongin’ di tipi-tipi,
apalagi acara-acara tipi yang berbau otomotif. Nah, ini juga merupakan sebuah
ilmu penting dalam rangka menyelamatkan generasi muda dari virus ‘mati sia-sia’
yang umumnya menyerang kaum remaja, orang-orang dengan pendidikan berkendara
yang kurang, atau orang yang dengan sengaja membahayakan dirinya sendiri dan
orang lain. Oleh karena itu, gue disini sebagai seorang yang peduli betul
tentang keselamatan diri di jalan, mersasa ikut bertanggung jawab untuk saling
berbagi ilmu tentang berkendara yang aman itu sendiri. Bukan bermaksud sok
paham, tapi yang gue tau, berbagi ilmu itu dapet pahala J
Oke, this is it….halaaah~
Apa sih Safety Riding itu?
·
Safety
Riding, adalah sebuah ilmu, sifat, dan gaya berkendara yang aman. Memikirkan
keselamatan diatas segalanya, menaati rambu dan etika berlalu-lintas, memakai
peralatan dan perlengkapan yang sesuai standard keamanan, serta mengesampingkan
egoisme.
Di Kota-kota besar di
Indonesia, sepeda motor mungkin sudah tidak asing lagi untuk kita semua. Setiap
rumah pasti punya sepeda motor untuk
keperluan sehari-hari, dan sekarang mungkin sudah jadi kebutuhan primer
untuk kalangan yang mobilitasnya konstan.
Namun, berapa persentase yang menerapkan Safety Riding dari
sekian banyak pengguna sepeda motor tersebut? Berikut hasil Survey pribadi gue.
-
Jl.Daanmogot (Terminal Kalideres) pukul 07.18
Kronologi dan Script nya, gue berhenti
disebuah warung sambil menikmati minuman dingin.
Penilaian gue ambil acak setiap 10 motor
yang gue lihat. Survey berjalan sekitar 45 menit, dengan koresponden acak
sekitar lebih dari 100 motor bergantian (diambil rata-rata)
HASILNYA :
1.
5 dari 10 Biker menggunakan helm tidak standar
2.
5 dari 10 Biker tidak dilengkapi perlengkapan
berkendara yg aman
3.
2 dari 10 Biker tidak melengkapi kendaraannya
dengan spion
4.
8 dari 10 Biker tidak menggunakan isyarat/lampu
sign saat berpindah lajur.
5.
9 dari 10 Biker melanggar Lampu Merah (Lampu
Merah terminal Kalideres)
6.
2 dari 10 Biker tidak berkonsentrasi dalam
berkendara (merokok & menelpon)
7.
4 dari 10 Biker melanggar jalur (lewat jalur
transjakarta Busway)
8.
2 dari 10 Biker tidak menyalakan lampu utama
Nah, itu tadi diatas hasil survey
pribadi gue, tapi maaf ngga pake pict. Tapi tenang aja, semua ini bukan HOAX
semata. Ente ngga percaya? Let’s proof it, nanti kita survey bareng-bareng buat
yang ngga percaya, email aja:D
Oke skip, mari kita lanjut bahas
satu persatu.
1.
5 dari 10 Biker menggunakan helm tidak standard
Sangat disayangkan, kepala hanya dihargai sebuah helm
kualitas rendah. Kepala anda itu
asset pak, masa segitunya lebih sayang uang 200rb daripada kepala?
Setidaknya pakailah helm yang memang sudah terkenal memenuhi standard keamanan
minimal SNI,tapi lebih bagus lagi bila ber-standard DOT / SNELL. Sedikit contoh
: INK, KYT, GM, NHK, MDS, NOLAN, SHOEI, AGV, dll. Memang sedikit lebih mahal,
kisaran harga 150rb s/d jutaan. Tapi gue rasa ini sepadan lah dengan fungsinya,
rela nyimpen 150rb tapi gegar otak? Mutlak demi keselamatan!
2.
5 dari 10 Biker tidak dilengkapi perlengkapan
berkendara yg aman
Dalam hal ini, sepatu. Banyak biker yang gue lihat masih pakai sandal
jepit polos yang kurang aman. Bayangkan bila anda (amit-amit) kecelakaan
ringan, kaki yang seharusnya bisa lebih terlindungi malah jadi terluka parah,
bahkan beberapa kasus sampai amputasi jari karena ketika terjatuh, jari kakinya
terselip ke salah satu bagian motor. Kebetulan, ini pengalaman kawan sendiri,
Aditya Rahmat (24).
3.
2 dari 10 Biker tidak melengkapi kendaraannya
dengan spion
Sangat tidak direkomendasikan, spion adalah alat bantu yang cukup
penting. Anda ingin berpindah jalur? Sempatkanlah melihat spion walaupun hanya
se-per-sekian detik. Setidaknya anda punya bayangan keadaan di belakang.
Pikirkan peluang dan resiko setelah anda melihat spion, memungkinkan atau malah
membahayakan diri sendiri dan oranglain?
4.
8 dari 10 Biker tidak menggunakan isyarat/lampu
sign saat berpindah lajur.
Ini juga sama berbahaya seperti point nomor 3, apa sulitnya menyalakan
lampu sign? Hellloooooooo…… Nyalain lampu sign ngga perlu muter turbin, tinggal
pencet aja bro, jangan males-males lah! Lampu sign mati? Dalam keadaan terpaksa
tanpa lampu sign, setidaknya berilah tanda kepada kendaraan dibelakang atau
didepan ente supaya mereka tau ente mau bergerak kemana .
5.
9 dari 10 Biker melanggar Lampu Merah (Lampu
Merah terminal Kalideres)
Kalo buat yang ini ane angkat tangan deh, di Jakarta, khususnya di lampu
merah kalideres, ini sih udah jadi
pemandangan harian.
Sedikit share pengalaman, ane pernah mau di tonjokin sama oknum P*lisi
Milit*r yang mengendarai kendaraan non-dinas gara-gara ane berhenti saat lampu
merah, beliau ngotot nyuruh ane jalan tapi ane ngga mau, akhirnya motor ane di
pukul dan doi ngomel-ngomel sambil narik kerah
jaket ane. Untungnya gue kalem, malu sama atribut kalo bikin rusuh.
Makna dari kejadian ini Cuma 1, ‘Aneh kan?’.
Entah para biker yang kurang peduli keselamatan, atau penegak hukum yang
kurang tegas. (Kebetulan pada saat survey, di lampu lalulintas berdiri tegap
seorang Polantas tapi tak menghiraukan pelanggar-pelanggar tsb)
6.
2 dari 10 Biker tidak berkonsentrasi dalam
berkendara (merokok & menelpon)
Ada telpon urgent? Mulut kelewat asem? Emang ente seberapa jauh dari bahu
jalan? Lebih baik menepi sebentar kalo emang ada telpon penting, jangan
ngangkat telpon sambil riding, apalagi texting sambil riding. MENEPILAH SEBELUM
ANDA TERGELETAK DITEPI.
7.
4 dari 10 Biker melanggar jalur (lewat jalur
transjakarta Busway)
Godaan terberat nih, gue akuin. Siapa sih yang ngga tergoda kalo lagi
buru-buru, dihadang macet, ngeliat jalur transjakarta busway berasa jalan
keluar yang diberikan Tuhan yang sayang banget kalo ngga kita manfaatkan~
Tapi ayooolaah, kan udah ada undang-undang nya di PerDa, turutin ajaa.
Hukum sama undang-undang (biasanya) diciptakan untuk mengatur dan menciptakan
ketertiban kok.
8.
2 dari 10 Biker tidak menyalakan lampu utama
(Pagi Hari)
Kalo yang ini sih mungkin cuma lupa, atau memang lampunya lagi rusak dan
belum sempet dibenerin. Ngga terlalu berdampak sama safety riding sih menurut
gue, cuma karena udah ada UU nya ya marilah ditaati, engga mau ketilang kan?
Tapi
beda situasi ya kalo malem hari, WAJIB KUDU MUSTI nyalain lampu!
Yah, itu aja kayanya
yang mau gue share saat ini. Ayoooo jadi pelopor keselamatan berlalu lintas!!
Bukan buat Polisi, bukan buat Negara, buat ente sendiri broooooh. Ingat,
keluarga menanti dirumah J
SALAM SATU ASPAL (B 6463 VIN)



makasih infonya nih
BalasHapusKontraktor Interior
Jasa interior
Interior design Jakarta
Kontraktor interior Jakarta
Jasa interior murah